Showing posts with label Bencana. Show all posts
Showing posts with label Bencana. Show all posts

Saturday, August 7, 2010

BUMI KIAMAT SETIAP 27 JUTA TAHUN

kiamat
Para peneliti kini 99 persen yakin bahwa peristiwa kehancuran massal di Bumi terjadi secara reguler, seteratur jarum jam berputar. Begitulah temuan para ilmuwan dari Universitas Kansas dan Smithsonian Institute di Amerika Serikat setelah mereka memetakan semua armagedon sejak 600 juta tahun yang lalu.
Astrofisikawan dari Universitas Kansas, Dr. Adrian Melott, dan palaeontologis dari Smithsonian Institute, Dr. Richard Bambach, mengungkapkan dalam kurun waktu itu kiamat di Bumi terjadi setidaknya tiap 27 juta tahun sekali.
Dan penyebab kiamat mendatang, menurut para peneliti itu, ternyata bukanlah pemanasan global.
Lalu apa?
Planet kita selalu melintasi hujan komet tiap 27 juta tahun, dan ternyata sangatlah jarang Bumi berhasil lolos dengan selamat. Selama 20 kali melewati cobaan maut itu, Bumi hanya berhasil lolos dari lubang jarum dan mempertahankan sebagian besar organisma biologis yang hidup di atasnya, sebanyak enam kali saja.
Yang paling terkenal adalah bencana dahsyat 65 juta tahun lalu, saat asteroid selebar 15 kilometer menghantam Bumi--di titik yang sekarang merupakan wilayah Meksiko--dengan kekuatan miliaran kali bom atom dan lalu menyapu habis Dinosaurus dari muka Bumi.
Lebih celaka lagi, periode putaran kiamat ini tak akurat betul. Terkadang, asteroid-asteroid menghantam semua makhluk hidup di muka bumi, 10 juta tahun lebih cepat dari yang semestinya.
Tapi, janganlah buru-buru panik. Masih ada kabar baik.
Ini menyangkut Nemesis, bintang kembar gelap dari matahari. Selama ini, Nemesis selalu dituding jadi biang keladi. Teori umumnya begini: tiap 27 juta tahun sekali, Nemesis melintasi sabuk raksasa debu dan es yang disebut awan Oort, dan gara-gara itu lalu melontarkan komet-komet ke Bumi.
Sekarang, para ilmuwan mengatakan: karena skenario kiamat terjadi secara begitu reguler, Nemesis tidaklah mungkin jadi penyebab utama karena orbitnya akan mengalami perubahan dalam kurun waktu sebegitu lama.
Tapi, ini bukan berarti bahwa Nemesis--yang terletak sekitar satu tahun cahaya dari matahari--tidak akan lagi menyemburkan komet-komet awan Oort-nya ke seantero galaksi kita. Sekarang ini, komet-komet itu sedang menghajar planet-planet lain di luar Bumi.
Jadi, karena armagedon terakhir terjadi 11 juta tahun lalu, maka berdasarkan teori ini, Bumi baru akan kiamat pada tahun 16.002.010--bukan dua tahun mendatang, seperti yang difilmkan Roland Emmerich di "2012."
Artinya, silakan Anda menghirup nafas lega-lega--sepanjang pemanasan global tak segera menciptakan kiamat yang lain.
sumber : News.com.au

ASTEROID 1999RQ36 ANCAM BUMI TAHUN 2182

asteroid 1999rq36
Sebuah asteroid berukuran besar memiliki kemungkinan terhempas ke Bumi.

Asteroid yang disebut 1999RQ36, memiliki peluang menabrak Bumi 1: 1.000 pada tahun 2182 -- seperti diungkapkan ilmuwan, Maria Eugenia Sansaturio dari Universidad de Valladolid, Spanyol.

Sansaturio dan beberapa ilmuwan lain menggunakan model matematika untuk menentikan risiko asteroid 1999RQ36 menabrak Bumi pada tahun 2200.

Namun, mereka menemukan risiko itu datang 18 tahun lebih awa' Ada dua peluang potensial asteroid menabrak Bumi di tahun 2182.

Detil penelitian ini dimuat dalam jurnal ilmiah, Icarus.

Asteroid 1999 RQ36 ditemukan pada tahun 1999, ukuran panjangnya sekitar 560 meter. Batu angkasa sebesar ini -- menurut National Academy of Sciences -- bisa menyebabkan kerusakan secara luas di Bumi.

Para ilmuwan telah melacak asteroid orbit 1999RQ36 melalui pengamatan optik dan 13 survei radar. Namun masih ada ketidakpastian yang disebabkan dorongan lembut yang diterima dari efek Yarkovsky.

Efek Yarkovsky -- namanya sama dengan insinyur Rusia, IO Yarkovsky -- menggambarkan asteroid memperoleh momentum dari radiasi termal yang dipancarkan dari 'sisi gelap'-nya.

Selama ratusan tahun, efek tersebut memiliki pengaruh yang substansial pada orbit asteroid.

Sansaturio dan rekan-rekannya menemukan bahwa melewati tahun 2060, tipis kemungkinan tabrakan terjadi antara 1999RQ36 dengan Bumi.

Namun, peningkatan ganjil terjadi pada 2080 -- saat orbit asteroid mendekati Bumi.

Asteroid lalu akan menukik dan menjauhi Bumi -- kemudian pada tahun 2162 dan 2182 --kembali berayun mendekat ke Bumi. Ini adalah tarian orbital yang rumit, yang membuat penjabaran makin sulit dilakukan.

"Risiko dari kompleksitas dinamik ini tak hanya memunculkan kemungkinan dampak yang besar, tapi juga prosedur defleksi yang realistis (deviasi jalan) hanya dilakukan sebelum 2080, atau sebelum 2060," kata Sansaturio.

Dia menambahkan, setelah tahun 2080, Bumi akan lebih sulit untuk menangkis asteroid.

Penemuan ini menguatkan pendapat bahwa bahwa pemantauan dampak asteroid harus lebih dari 80 atau 100 tahun sebelum bencana tiba. "Mungkin satu abad sebelumnya."

Dengan memperluas rentang waktu, para ilmuwan akan punya peluang lebih besar untuk mengidentifikasi batuan ruang angkasa yang paling mengancam dengan waktu yang cukup -- untuk mempersiapkan teknologi dan finansial, mencegah kehancuran di Bumi

METEOR JATUH DI LAPANGAN KRIKET

meteor jatuh
Dua penonton kriket di Sussex, Inggris tidak menyangka menyaksikan peristiwa yang langka. Jan Marszel (51) dan Richard Haynes (52) melihat meteor jatuh di lapangan kriket.

Seperti dilansir Telegraph.co.uk edisi 27 Juli 2010, batu meteorit itu melintas dan disaksikan dua penonton kriket yang sedang menyaksikan jalannya pertandingan.

Batu meteorit yang berukuran panjang sekitar 5 inchi itu dipercaya berusia 4,5 miliar tahun. Saat terjatuh dan menghujam tanah, batu itu pecah menjadi dua bagian.

"Kami sedang duduk di dekat pembatas pagar. Tiba-tiba, kami melihat benda kecil gelap menuju ke arah kami. Batu itu pecah menjadi dua bagian. Satu ke arah dada saya, satu lagi ke arah pembatas," kata Marszel yang juga konsultan IT.

Benda itu mendarat hanya sekitar dua meter dari tempat Marszel. Pasangan ini akhirnya memutuskan untuk menyimpan dua bagian meteorit untuk disimpang sebagai kenang-kenangan bersejarah.

Haynes, yang juga seorang pensiunan tidak menyangka apa yang dilihatnya. Saat melihat ke langit, dia melihat ada benda hitam melintas di hadapannya.

"Pada saat yang sama kami mendongak. Kami melihat benda hitam ke arah kami. Tapi kami tidak tahu apa itu," ujar Haynes .

Dia melihat sendiri benda itu datang dari langit. Mereka yakin batu itu bukanlah perbuatan orang iseng yang melempar.

"Kami lihat batu meteorit itu dari langit, dan langsung menghujam tanah. Itu benar-benar meteorit," kata dia.

Dr Matthew Genge, pakar meteorit dari Imperial College, London mengatakan, "Jika benda itu terbukti meteorit, maka ini kejadian yang sangat langka," kata Genge.

Menurut dia, kejadian ini sangat menarik. "Bila terbukti, ini menjadi meteorit pertama di Ingrris sejak 1992. Benda itu memiliki rahasia terbentuknya tata surya kita

Sumber: http://dunia.vivanews.com/news/read/167400-meteor-jatuh-saat-main-kriket

BADAI SETAN DI MARS

badai setan mars
Setelah hampir enam tahun, wahana Opportunity milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menjelajahi planet Mars. Pertamakalinya, wahana ini merekam badai debu 'setan' sejak enam tahun lalu.

Seperti dilansir Space.com, edisi 29 Juli 2010, gambar yang ditampilkan Opportunity tidak seperti rekaman gambar yang ditampilkan robot kembar Spirit.

Opportunity memperlihatkan formasi angin seperti tornado dengan jelas. Gambar badai debu 'setan' itu berulang kali terekam.

Gambar badai itu diambil pada 15 Juli dengan menggunakan kamera panorama bertiang yang juga biasa digunakan di pegunungan. Opportunity berhasil mengambil gambar badai berikut dengan kolom ketinggian anginnya yang berpilin.

"Ini adalah gambar pertamah badan setan yang dikirim Opportunity," kata Mark Lemmon dari Universitas A&M Texas, yang juga anggota tim penjelajah.

Opportunity mengambil gambar ketika melihat badai itu di sekitar tenggara Planet Merah. Jaraknya sekitar 70 meter dari pusat pengambilan gambar.

Saat terjadi badai debu itu, Wahana Opportunity dan robot kembar Spirit sedang terkepung badai. Tetapi, gambar yang berhasil diambil Opportunity dinilai lebih baik.

Wahana ruang angkasa yang berada di Mars itu memiliki kemampuan fotografi. Maka itu, kejadian yang terekam ini merupakan momen langka. Posisi badai itu terletak di Meridiani.

Badai ini angin yang berputar-putar ini mungkin sudah lumrah dan biasa bagi dua wahana NASA itu. Tetapi, dengan terekamnya kejadian itu dengan baik dapat memberikan manfaat bagi peneliti.

Opportunity dan Spirit mendarat di Mars pada 2004. Misi awalnya hanya berlangsung selama tiga bulan pertama

Sumber : http://nasional.vivanews.com/news/read/168106-badai--setan--terekam-di-mars

EFEK BADAI MATAHARI BAGI BUMI

foto efek badai matahari
Ancaman 'tsunami matahari' yang sempat ramai diberitakan terhadap bumi nihil. Tidak ada tsunami atau badai matahari pada Selasa, 3 Agustus 2010.

Profesor Riset Astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, mengatakan, kalaupun terjadi tsunami matahari, tidak akan berdampak buruk terhadap bumi. Tsunami matahari hanya berdampak di sekitar titik ledakan.

Yang memungkinkan memberi dampak pada bumi adalah badai matahari. Itupun jika lontaran massa matahari beskala besardan mengarah ke bumi.

Berdasar penelitian National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), yang disponsori lembaga antasariksa Amerika Serikat, NASA, badai matahari terjadi ketika muncul flare atau ledakan besar di atmosfer matahari dengan daya supertinggi.

Badai matahari bisa menyebabkan lonjatan tenaga lisrik hingga miliaran watt. Bila sampai ke bumi, pancarannya akan memengaruhi medan magnet bumi yang selanjutnya berdampak pada sistem satelit, listrik, dan frekuensi radio. Bumi terancam kehilangan daya listrik.

Badai matahari merupakan siklus biasa yang terjadi setiap 11 tahun. Namun, siklus itu diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 2012-2013.
Berdasar prediksi tersebut, sejumlah badan antariksa telah berupaya menyiapkan sejumlah strategi menghadapi badai matahari. Strategi untuk mengantisipasi hilangnya daya listrik, satelit, dan frekuensi radio yang menopang kehidupan masyarakat modern masa kini.
Badai matahari pernah melanda bumi pada 1 September 1859. Namun, kala itu tak terlalu berdampak karena kehidupan di masa itu belum ditopang listrik.
Ancaman badai matahari yang berpotensi menghantam bumi pada 2012 inilah yang sempat menguatkan mitos mengenai akhir dunia atau kiamat pada 2010. Sebuah mitos yang tak cukup bukti ilmiah untuk dipercaya.

Sumber: http://nasional.vivanews.com/news/read/168816-efek-badai-matahari-bagi-bumi

BADAI MATAHARI ANCAM BUMI

foto badai matahari
Bencana besar akan terjadi. Badai matahari akan menerpa bumi dalam waktu dekat. Saat badai menerpa, semua peralatan elektrik bisa rusak dan manusia kembali ke zaman kegelapan.

Laporan New Scientist edisi terbaru menyebut, ancaman itu bukan skenario ilmiah satu banding sejuta. Tapi ancaman itu sangat nyata, dan akan terjadi pada September 2012. Badai matahari dahsyat pernah terjadi pada pagi 1 September 1859.

Astronomer Inggris terkenal Richard Carrington yang sedang mengamati matahari, mendapati permukaan matahari terjadi suatu hal yang tidak biasa. Cahaya terang keluar dari permukaan matahari. Cahaya itu membentuk gumpalan besar saat menuju bumi. Hanya dalam tempo 48 jam kemudian mulai menerpa dan efeknya luar biasa.

Sebelum mencapai bumi, aurora terang muncul di langit malam. Saking terangnya, orang bisa membaca koran saat tengah malam. Di California sekelompok penambang bangun dari tidur, mengira hari sudah jajar. Padahal waktu itu baru jam 2 pagi.

Operator telegrap terkena sengatan lisrik, saat badai matahari menghantam.

Bumi layaknya dibasuh medan listrik sangat besar. Tapi pemulihan di zaman itu berlangsung sangat cepat.

Pada 1859, peralatan yang ada hanyalah mesin uap dan tenaga otot. Tapi di zaman modern sekarang, kehidupan semuanya ditopang oleh listrik. Padahal badai matahari bisa menyebabkan lonjatan tenaga lisrik hingga miliaran watt.

Yang lebih berbahaya transformer yang mengubah listrik ribuah volt menjadi 220v untuk rumah tangga akan meledak. Ribuan transformer akan rusak di semua negara.

Tanpa listrik, dunia bisa mengalami masa kegelapan. Pasokan air bersih yang menggunakan listrik akan berhenti. Komunikasi global akan rusak. Badai matahari juga bisa merusak jaringan GPS satelit yang semua penerbangan tergantung padanya.

Saat badai itu menuju bumi, akan diawali aurora paling spektakular. Namun dalam beberapa waktu kemudian, cahaya akan mencapai daratan dan listrik mulai padam. Selanjutnya semua jaringan telepon dan internet akan padam. Begitu juga TV terestrial dan satelit hilang sinyal.

Jadi apakah badai matahari benar bisa terjadi, dan mengapa kita perlu khawatir pada 2012? Pertama badai matahari pernah terjadi pada 1859. Pada 20 tahun lalu badai sangat kecil pernah merontokkan pembangkit litrik di timur laut Kanada dan membuat jutaan orang tanpa listrik. Selain itu ilmuwan menghitung naik turun aktifitas matahari terjadi selama tenggang 11 tahun.

Saat ini matahari memang sedang tenang. Namun solar maximum atau puncak aktifitas, diprediksikan akan terjadi pada 2012. Badai super besar kemungkinan bisa menyerang pada musim gugur, karena orientasi medan magnet bumi terhadap matahari membuat sangat berbahaya.

Lalu apa yang bisa dilakukan untuk mencegahnya? Pembangkit listrik cadangan harus disiapkan. Selain itu satelit baru juga harus diluncurkan untuk mengamati apa yang terjadi di matahari.

Tapi mungkin saja, badai matahari tidak terjadi pada 2012. Tapi pada 2023 akan kembali rawan karena daur solar maximum kembali terulang. Cepat atau lambat, badai itu pasti akan terjadi. Mungkin kita harus menyiapkan lilin, jika listrik pada akhirnya untuk sementara tidak tersedia

Sumber: http://www.inilah.com/berita/teknologi/2009/04/26/102109/badai-matahari-mengancam-bumi/